Kau Telah Bahagia
Kupandangi rembulan
Bagaikan pelita dalam kegelapan dengan cahayanya yang berwarna keperakan
Menerangi relung hatiku yang kini kelam
Hanya secuil memori bersamamu yang tertinggal
Kala kita menikmati malam di bawah sang Purnama
Aku rindu tawa candamu
Yang seakan mengajak sukmaku terbang menembus pekatnya malam
Aku rindu manjamu
Yang membuatku tak kuasa ingin memelukmu dengan kehangatan jiwaku
Tak sadar kau genggam erat jemariku
Seakan tak ingin kau lepas lagi
Adakah semua akan terulang ?
Saat hatiku bertanya, "Dimanakah engkau kini ?"
Kupandang lagi bulan itu
Hingga jelas kukenali wajah indahmu yang tlah lama menghias imaji
Kau tersenyum manis
Seakan kau berkata, "Aku telah bahagia."
Betapa kuingin meraihmu
Namun kau menjauh
Ku coba mengejarmu
Namun kau semakin menjauh
Aku hanya bisa menatapmu yang perlahan memudar
Mencoba merekam setiap garis wajahmu tuk yang terakhir kali
Hingga akhirnya kau lenyap di telan awan malam
Namun kau tetap tersenyum
Aku menangis
Karena kini kau jauh
dan kini ku tahu
Kau telah bahagia



