Detak weker mungil menyadarkan aku dari lamunan
bahwa waktu terus berjalan
Aku tak berdaya
Andai saja aku bisa menghentikannya …
Andai saja aku bisa memutarnya kembali …
Biarlah masa datang tak usah kujelang
Aku tak menyesal pada masa lalu ?
Haruskah kucari dan kumaki semua yang terjadi
yang telah mempermainkan kita ?
Aku ingin berteriak … !!!
Aku ingin berontak … !!!
Namun aku tak kuasa mengeluarkan kita
dari belenggu lingkaran nasib

Kuhitung hari …
Berapa banyak sisa waktu yang kita miliki ?
Berapa banyak kenangan yang bisa kita ciptakan ?
Dapatkah itu semua mengubah segalanya ?
Lalu apa gunanya ?

Kupejamkan mata …
Bayangmu menari-nari dalam imaji
Aku terbuai …
Kurasakan lagi saat-saat indah itu
Seakan tak pernah berakhir
Aku tak ingin berakhir
Namun detak weker mungil kembali menggugah sadarku
bahwa waktu terus berjalan
Aku tetap tak berdaya